viralnasional.com -DUMAI -- PT Patra Niaga Batu Bintang Dumai, Kamis (24/07/2025) sekitar pukul 13.00 WIB kembali di demo massa terkait kebijakan yang diberlakukan perusahaan semi plat merah tersebut pada masyarakat terkait penggunaan lahan kosong untuk pertanian singkong dan olahraga bola kaki wajib bayar. Kebijakan yang tak pro rakyat tersebut jelas menuai protes dari para pemain bola kaki, petani singkong dan orang tua yang selama ini anaknya berlatih di lapangan Purnama dan Dock. Masyarakat Dumai ini, bukan baru baru ini saja bermain bola dan bertani singkong. Tetapi sudah puluhan tahun sejak berdirinya perusahaan PT Pertamina Patra Dock. Bahkan perusahaan semi plat merah tersebut pada waktu itu sangat mensupport olaraga bola kaki notabene tidak ditarik bayaran. Ironi nya dibawah bendera PT Patra Niaga saat ini, masyarakat yang menggunakan lahan perusahaan diwajibkan membayar sewa termasuk bagi anak anak yang akan menggunakan lapangan bola kaki dengan nilai Rp135 ribu per jam. Mirisnya surat Pemerintah Kota Dumai yang diteken Wakil Walikota Dumai meminta PT Patra Niaga mendukung kegiatan olahraga sepakbola diabaikan dan tetap akan menarik biaya sewa lapangan sebesar Rp135 ribu per jam. "Kita gerah juga melihat kebijakan PT Patra Niaga ini yang sangat arogan pada masyarakat Dumai. Tidak ada upaya atau beritikad baik mendukung pembangunan olahraga di Dumai, " kata Panglima Muda LHMB Wan Ade Syahputra dalam orasi di depan kantor PT Patra Niaga. Kendati sudah berlangsung hampir dua jam orasi massa, namun Site Manager Patra Batu Bintang Muhammad Guntur enggan menemui massa. Emosi tersulut dengan pembakaran ban dan mendobrak pagar perusahaan hingga rubuh, akhirnya Guntur berani keluar dan menemui pengunjuk rasa didampingi kapolsek Dumai Barat. Kendati mau menemui pengunjuk rasa, Muhammad Guntur takut mendekati pengunjuk rasa. Ia menyampaikan tanggapan di dalam areal kantor berjarak sekitar 10 metet menggunakan sound system milik sendiri. "Kelihatan kali arongan nya perusahaan PT Patra Niaga ini, menemui massa tak mau mendekat tetapi terhalang dengan pagar besi dan tameng security, " kata Irman pengunjuk rasa. ***(ant)