viralnasional.com -Dumai -- Helat Dumai Expo dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Dumai ke - 27 tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 25 April sampai 3 Mei di Jalan HR Soebrantas menimbulkan kerisauan masyarakat. Berkoar-koar Dumai Expo untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dengan adanya transaksi jual beli tapi justru kebalik. Sebab pedagang yang ada hanya lipstik saja, dominan didatangkan dari luar daerah seperti Sumatera Barat dan sekitarnya. Sementara UMKM lokal hanya seujung jari. Kalau sudah begini, uang hasil transaksi jual beli di Dumai Expo bukan berputar ke kota berpenduduk 358 ribu jiwa ini tetapi dibawa mereka ke Sumbar. Apa yang didapat Dumai? Hanya sampah dan kotoran. "Saya kira kegiatan seperti sudah tidak tepat, karena hanya mengayakan pedagang luar daerah bukan pedagang lokal yang mayoritas aktivitas mereka makan dan minum di Dumai, " ujar Rudi warga Pulau Payung. Hal senada diungkapkan Herman yang mengaku kegiatan Dumai Expo hanya seremonial doang tanpa ada memberikan kontribusi pada daerah dan masyarakat. Justru kekayaan Dumai diberikan pada pedagang luar dalam transaksi jual beli. Sementara mereka pedagang dari luar setelah usai Dumai Expo membawa hasil yang diperoleh untuk dibelanjakan ke Sumbar. Dumai hanya dapat gigit jari saja. Dinas Lingkungan Hidup yang direpotkan dengan sampah menumpuk dan taman yang rusak. Mirisnya Dumai Expo dilaksanakan di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) yang notabene tak boleh ditutup apalagi dibangun tenda. ***(ant)