viralnasional.com -Dumai -- Kegiatan Dumai Expo yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai saat ini lebih berorientasi mengumpulkan cuan bukan mengedepankan pembelajaran dan menambah pengetahuan untuk generasi z. Doeloe juga ada kegiatan yang sama namanya pameran pembangunan setiap OPD menampilkan kinerja selama setahun dalam bentuk nyata. Misalnya Bulog mereka menampilkan produk pertanian serta berbagai macam jenis gabah dan beras serta cara bercocok tanam. Dinas perternakan menampilkan tentang penggemukan sapi atau lainnya dengan membawa langsung sapi untuk diketahui masyarakat. Begitu juga dengan OPD lainnya lebih menampilkan pada kinerja nyata. Sekarang berubah jadi Dumai Expo lebih berorientasi pada uang, bagaimana dengan kegiatan tersebut mengumpulkan banyak cuan. Mirisnya uang yang diperoleh dari Dumai dibawa mereka pulang ke Sumbar dan Medan dan dibelanjakan di daerah mereka dalam bentuk makanan dan pembangunan. Lalu, apa manfaat dari Dumai Expo yang dilaksanakan Pemko sejak 25 April sampai 3 Mei 2026 mendatang. Apa kontribusi yang didapat masyarakat usai helat ini berakhir? Beberapa warga yang ditemui media, terkait Dumai Expo yang dilaksanakan saat ini mengungkapkan dalam kondisi ekonomi lesu saat ini pemda justeru berpacu pacu menarik uang masyarakat dalam aksi jual beli. Uangnya dibawa ke luar daerah, sementara Dumai hanya dapat limbah berupa sampah. Bahkan Masjid Raya Habiburokhman DIC Dumai menjadi sasaran dan tempat tidur para pedagang. Sehingga terlihat kumuh. Bahkan mereka mencuci pakaian, mandi dan buang air di DIC. "Tidak sholat tapi mandi di masjid, " tuturnya. Miris memang kondisi saat ini. "Banyak pedagang yang tak mampu sewa kios karena harganya selangit. Seharusnya jika pemko ingin membangkitkan ekonomi masyarakat, ya seharusnya UMKM lemah mereka digratiskan berdagang, " ular Firman pedagang Capcin. Pantauan dilapangan pedagang asal luar daerah yang berjualan makanan basah berupa bakso dan lainnya menumpuk tanki air di lokasi taman bunga. Kondisi ini terlihat jorok dan mengganggu keindahan kota Dumai. Informasi di lapangan banyak perusahaa besar di Dumai dan OPD angkat bendera putih tak jadi tampil harga lapak dan kios tak masuk akal alias memberatkan mencapai puluhan juta ***(ant)