viralnasional.com - Hasil pemantauan satelit menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih berlangsung. Meski jumlahnya tidak setinggi periode puncak musim kemarau, beberapa wilayah tetap menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, menyebutkan total hotspot yang terdeteksi pada Senin (27/4/2026) mencapai 40 titik yang tersebar di sejumlah provinsi."Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 40 titik," ujar Gita Dewi.Data pemantauan memperlihatkan distribusi hotspot tidak merata. Provinsi Aceh dan Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi.Rinciannya, Aceh 11 titik, Riau 11 titik, Sumatera Selatan 7 titik, Kepulauan Riau 5 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bengkulu 1 titik, Lampung 1 titik dan Bangka Belitung 1 titik.Dominasi Aceh dan Riau menunjukkan dua wilayah ini masih berada dalam fase kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebakaran lahan.Di Provinsi Riau, aktivitas titik panas terkonsentrasi di wilayah pesisir dan kawasan rawan lahan gambut. Kota Dumai tercatat sebagai daerah dengan jumlah hotspot paling tinggi.Sebaran hotspot di Riau meliputi, Kota Dumai 9 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik dan Kabupaten Siak 1 titik.Tingginya angka di Dumai memperkuat indikasi perlunya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah tersebut, terutama memasuki periode cuaca relatif kering.Munculnya hotspot tidak selalu berarti kebakaran telah terjadi, namun menjadi indikator awal potensi karhutla.Kondisi cuaca, kecepatan angin, serta kelembapan udara menjadi faktor yang menentukan perkembangan situasi di lapangan.Dengan konsentrasi hotspot di wilayah pesisir dan gambut, potensi kebakaran dapat meningkat jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini.***
sumber:beritasatu