viralnasional.com -Dumai -- Aksi kejar-kejaran terjadi di perairan Dumai saat personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) melakukan pengamanan terhadap rombongan yang diduga melakukan perjalanan secara nonprosedural.Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 16 orang yang terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 2 orang berhasil kabur dari kejaran petugas termasuk tekong. Tim Quick Response Lanal Dumai, Satgas Gabungan Tim B giat Intelmar Kodaeral I dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I berhasil mengamankan 1 speed boat mesin 200 PK x 2 unit dengan membawa penumpang 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-prosedural. Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N Kusumaji didampingi Palaksa Lanal Dumai, KSKP, Kepala Imigrasi Ruhiyat M. Tolib, Staf ahli Pemko Dumai Hermanto Pengadilan Negeri Dumai, Kejari Dumai Tabah, P4MI Dumai SV SiregarLain itu kata Danlanal, serta 8 orang WNA Bangladesh dari Malaysia yang akan masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal pada, Senin, tanggal 31 Agustus 2026 Pukul 06.00 WIB, di pesisir pantai Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai-Riau. Katanya, kejadian berawal pada hari Minggu, tanggal 30 Agustus 2026, petugas Lanal Dumai memperoleh informasi dilapangan terkait akan adanya pemulangan PMI Non-Prosedural dan WNA dari Malaysia ke Indonesia melalui pesisir pantai Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Atas perintah Komandan Lanal Dumai, satgas gabungan yang dibagi 3 tim dibawah pimpinan Danunit Intel Lanal Dumai Kapten Laut (S) Wahyu Widy Wydayat bergerak dari Pos Babinpotmar Sungai Dumai untuk melaksanakan penyekatan, pemantauan dan pengintaian di sekitar perairan dan pesisir pantai Kelurahan Purnama.Pada Senin, 31 Agustus 2026 Pukul 06.00 WIB tim gabungan mendeteksi sebuah speed boat berwarna abu-abu mesin 200 PK atau 2 unit dengan kecepatan penuh melintas dan mendarat ke pesisir Pantai Purnama. Katanya lagi, saat melihat petugas yang mendekat PMI Non Prosedural dan WNA sebanyak 18 orang dan Tekong speed boat 1 orang berusaha melarikan diri dari kejaran petugas dengan melompat ke pinggir pantai dan tim laut berhasil mengamankan speed boat mesin 200 PK x 2 unit, 3 orang Pekerja Migran Indonesia. Selanjutnya tim gabungan melaksanakan penyisiran di sekitar titik lokasi penurunan dan kembali menemukan 5 orang PMI Non-prosedural dan 8 orang WNA Banglades. Dalam penangkapan tersebut diamankan speed Boat mesin 200 PK dengan mesin x 2 unit.Pasport sebanyak 8 buah, KTP 6 buah, Permit 2 lembar foto copy serta handpone sebanyak 16 buah.Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari PMI dan WNA Bangladesh, dari malaysia untuk sampai ke Indonesia melalui jalur ilegal mereka harus membayar sekitar Rp 6.500.000,- s.d. Rp9.600.000.Terhadap 8 orang PMI dan 8 orang WNA akan diserahkan ke P4MI Dumai dan Imigrasi Kelas I TPI Dumai untuk pendataan dan proses lebih lanjut.Keberhasilan Pangkalan TNI AL Dumai dalam mengamankan PMI Non Prosedural dan WNA Bangladesh ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan TNI AL dalam merespon dan menghadapi berbagai pelanggaran di laut yang salah satunya Tindak Pidana Penyeludupan Manusia yang mana hal tersebut sesuai instruksi dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali.Kepala Imigrasi Ruhiyat M. Tolib usai menerima 8 WNA Bangladesh non prosedural mengatakan akan berkoordinasi dengan Kanwil Imipas. Sesuai aturan WNA dan WNI yang akan masuk Indonesia atau luar negeri harus memiliki dokumen keimigrasian. Sementara Koordinasi P4MI Dumai Sv Siregar mengatakan untuk Dumai telah melakukan pencegahan dan pemulangan sebanyak 178 orang. Terdiri sebanyak 140 akan berangkat dan pulang 38 orang. ***(ant)