Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Mundam

Administrator - Rabu, 04 November 2026 11:23 WIB
Pertamina patra niaga tanam mangrove di Kelurahan Mundam
viralnasional.com -DUMAI– PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, khususnya dalam upaya penanggulangan abrasi di Kelurahan Mundam, Kota Dumai.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman sebanyak 500 bibit mangrove di sekitar kawasan REDAKSI (Rumah Edukasi Anak Pesisir), Jalan Muslim RT 5, Kelurahan Mundam.

Penanaman dilaksanakan secara bertahap mulai pertengahan Agustus hingga akhir September 2026, bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya yang merupakan kelompok masyarakat mitra binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Dumai.

Dalam kegiatan tersebut, bibit mangrove ditanam menggunakan metode OSOP (One Seedling One PVC), sebuah inovasi Kilang Dumai untuk melindungi bibit dari terjangan ombak ekstrem maupun sampah laut.

Metode OSOP dilakukan dengan memasang pelindung pada setiap bibit menggunakan potongan pipa PVC berukuran 4 inci dengan panjang 35 sentimeter.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim.

"Penanaman mangrove ini sudah menjadi roadmap program TJSL kami dalam penguatan wilayah pesisir Dumai. Ini merupakan langkah konkret Kilang Dumai untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir tetap terjaga, memberikan manfaat ekologis jangka panjang, serta menopang kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Muhammad Rum.

Penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan program TJSL perusahaan bertajuk Serumpun Lestari: Gerakan Bersama Masyarakat Dalam Menjaga Pesisir dan Gambut Untuk Negeri yang Tangguh dan Lestari, sebagai transformasi lanjutan dari Program Serumpun Paman Bahri.

Dalam penguatan ekosistem pesisir, Kilang Dumai menjalankan sejumlah program secara terintegrasi. Di antaranya penanaman mangrove berkelanjutan, pembangunan Alat Pemecah Ombak (APO), penyediaan fasilitas REDAKSI sebagai sarana edukasi mangrove dan kawasan pesisir, serta dukungan fasilitas nursery mangrove untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat.

Seluruh program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Dampak program tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Sulaiman (51), Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, mengatakan kawasan pesisir tempat tinggal mereka selama ini menghadapi ancaman abrasi yang cukup tinggi.

Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir menjadi kebutuhan penting agar lingkungan tempat tinggal masyarakat tetap terjaga hingga generasi mendatang.

"Bagaimana caranya kita mempertahankan rumah yang ada di pesisir pantai ini agar berkelanjutan sampai anak cucu. Kalau tidak dicegah, kawasan ini tidak akan bisa bertahan selamanya," ungkap Sulaiman.

Ia menjelaskan, upaya penanaman mangrove sebenarnya telah dimulai sejak 2023. Namun, hasil awal belum optimal karena belum didukung fasilitas pemecah gelombang atau APO.

Kondisi tersebut mulai membaik setelah adanya dukungan infrastruktur APO melalui program TJSL Kilang Pertamina Dumai. Dengan adanya fasilitas tersebut, bibit mangrove yang ditanam kini memiliki perlindungan lebih baik sehingga dapat tumbuh secara optimal.

Hal senada disampaikan Section Head Environment–HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Rachmat Harris Firmansyah, saat memaparkan Strategi Pengelolaan Sampah dan Program Penanggulangan Abrasi dalam Seminar Multipihak yang diselenggarakan Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau, pada 22 Oktober 2026 di Grand Zuri Dumai Hotel.

Ia menjelaskan bahwa dukungan sarana APO bertujuan melindungi bibit mangrove agar tidak mudah hilang akibat terjangan ombak tinggi.

Selain itu, pemberdayaan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya diharapkan menjadi inspirasi sekaligus percontohan bagi masyarakat di kawasan pesisir lainnya untuk berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan dari ancaman abrasi.

Upaya Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam penanggulangan abrasi tidak hanya dilakukan melalui penanaman 500 mangrove di Kelurahan Mundam.

Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, Kilang Dumai juga telah menyerahkan bantuan sebanyak 200 bibit mangrove kepada Kelompok Pegiat Mangrove di Bandar Bakau Dumai.

Selanjutnya, pada 6 Oktober 2026, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kembali menyalurkan 100 bibit mangrove kepada BPBD.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen nyata perusahaan dalam mendukung perlindungan ekosistem pesisir, mengurangi ancaman abrasi, serta membangun lingkungan yang lebih lestari bagi masyarakat Kota Dumai.(ant)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Cartridge Jenis Etomidate Merek Wang Lai Ditemukan Didompet, Empat Tersangka Diamankan

Berita

Pasokan Listrik Riau Tetap Stabil, PLN Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan

Berita

Bapenda Dumai Optimis Realisasi Pajak Daerah Tahun 2026 Rp870 Miliar Capai Target

Berita

Reza Fahlepi Jabat Sahli, Hermanto Kadis Pariwisata, Agus Gunawan Kadis KPP Dumai

Berita

Aklamasi Bambang Prayetno Terpilih Ketua PWI Dumai Periode ke- Dua

Berita

Dinas PU : Keretakan Sejumlah Segmen Jalan Soetta jadi Perhatian