viralnasional.com -PendahuluanDalam hidup yang hanya sekali ini, izinkan kami meyakini bahwa nasib ini pasti akan berubah jika kita terus berusaha untuk memberikan terbaik sesuai dengan kesanggupan kita. Di Sekolah Dasar (SD) Alue Punti Kabupaten Aceh Tamiang yang terletak diujung kabupaten AcehTamiang yang desanya berbatasan langsung dengan kabupaten Aceh Timur inilah lahir asa yang besar untuk menjadi pendidik yang berjalan bersama dengan kemajuan tekhnologi.Rizky Mawarni Pulungan S.Pd, M.PdSD Negeri Alue Punti Kabupaten Aceh TamiangSD Negeri Alue Punti namanya. Terdengar asing, namun sangat berarti bagi desa di sekitarnya yang merupakan kebanyakan masyarakat imigran dari pulau Jawa Barat. Walaupun tak begitu besar, namun sekolah ini cukup untuk menjadi tempat menyelesaikan pendidikan dasar bagimasyarakat yang dahulu masih menjadi satu kesatuan kabupaten Aceh Timur ini. Setelah tahun 2002, Aceh Tamiang resmi dibentuk hasil dari pemekaran Kabupaten Aceh Timur, inilah yang membuat sekolah ini berada antara perbatasan kedua kabupaten tersebut. Tidak ada lagi keributan di desa ini, kehidupan mulai normal. Setelah perjanjian Helsinkihadir, Provinsi Aceh resmi menjadi daerah dengan otonomi khusus yang lebih luas. Pergerakan ekonomi perlahan membaik. Sekolah-sekolah mulai memberi sinyal bahwa Aceh mampu bertumbuh dan berkembang mengikuti provinsi lain di Indonesia. Walau Aceh sedikit lebih santaidari provinsi terdekat dengan kami yakni Sumatera Utara.Komputer dimeja duduk sampai berdebu. Kelas-kelas tidak ada kemeriahan yang berarti. Semuanya tenang, seperti nyaman dengan ketenangan setelah melewati suara-suara dentuman keras atau keributan yang biasa di dengarkan oleh gurunya. Namun itu semua telah berlalu.Sekarang waktunya untuk mengukir asa yang lama dipendam oleh bapak/ibu guru.Akhir 2019 itu menjadi akhir dari heningnya kelas tanpa media pembelajaran itu. Ternyata untuk menjadi berdaulat, adil dan makmur butuh dukungan dari Pemerintah. Awal tahun 2020 hadir guru muda yang minim pengalaman namun kaya akan pengetahuan dan kemampuan dalam penggunaan media dan metode pembelajaran ke sekolah ini. Hadir dan bergabungnya dua guru muda di sekolah ini ternyata merupakan lulusan asli seorang guru yang sesuai untuk sekolah dasar, yakni Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).Di awal bekerja disini kami bersaksi, bahwa hanya ada dua orang guru yang menggunakan laptop untuk dia mengajar. Guru senior yang nampaknya mau mengikuti kemajuan teknologi walaupun tidak bias lagi maksimal mengikutinya. Kemajuan zaman terlalu cepat bergerak untukAceh yang mengulur waktunya untuk kebebasan dahulu.PembahasanGuru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yangmengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Tugas Utama guru mendidik dan Mengajar: Menyampaikan ilmu pengetahuan serta membentuk sikap mental yang baik pada siswa membimbing dan melatih, mengarahkan potensi dan keterampilan peserta didik agarberkembang secara maksimal, menilai dan mengevaluasi, mengukur tingkat pemahaman dan keberhasilan belajar siswa. Hal ini tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.Ternyata hadirnya kaum muda tak selalu berjalan mudah dan lancer. Niat ingin berubah pasti ada dalam hati seorang guru senior, namun kendala di hatinya lebih besar. Laptop dan Proyektor sebagai media pembelajaran di sekolah masih tersusun rapi dilemari pajangan sekolah.Media lainnya yang non elektronik berada di dalam lemari-lemari tertutup di setiap kelas. Datang dua guru muda gen millennial ke sekolah ini yang memiliki semangat mengajar karena merupakan hal yang kami nantikan setelah lulus kuliah. Pertemuan demi pertemuan kami rancang bagi guru untuk sama-sama belajar menggunakan media, metode dan strategi pembelajaran kami bahas. Pertemuan ini bias seminggu sekali, dan ada pula evaluasi yang kadang dilakukan ketika rapat sekolah. Ternyata, berubah butuh teman dalam melakukannnya. Butuh waktu dua tahun untuk mulai menurunkan laptop-laptop di sekolah yang berada dilemari untuk sampai dimeja guru. Laptop tersebut mulai dipakai oleh guru-guru. Tak banyak yang sungguh-sungguh, namun kami lihat benar kemajuan yang ada. Guru-guru senior disini mengajar di atas 15 tahun, baru sekitar tahun 2022-2023 mereka mengajar menggunakan proyektor dan laptop. Sungguh merdeka ternyata ketika kita bias mengajak guru lain untuk bergerak berubah. Terkadang, proyektor yang hanya tiga set di sekolah habis terpakai. Disekolah ini terdapat sebelas rombongan belajar. Terlihat kecil presentase medianya, namun ini semua tidak mudah.Berdaulat, adil dan makmur ini bertambah setelah status guru-guru disini berubah.Ternyata, perubahan ini juga tak terjadi karena ketidak mampuan mereka untuk berubah, dengan gaji guru honor yang tidak sampai limaratus ribu rupiah tiap bulannya, tak mampu membeli kemajuan zaman dalam pembelajaran. Status Honor berganti menjadi Pegawai Pemerintahandengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal yang ditunggu lebih dari lima belas tahun akhirnya datang dari Pemerintah Indonesiaku. Aturan PPPK Guru berpedoman pada Undang-Undang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Namun baru bisaterwujud di tahun 2023. Waktu yang panjang namun membuahkan hasil. Setelah ikut seleksi dua kali gagal, sebanyak enam guru berubah status menjadi PPPK.Berubahnya status ini membawa dampak baik bagi guru-guru di sekolah ini. Kami mulai menata kehidupan dengan layak. Membeli seragam kerja yang sesuai dengan aturan pemerintah. Dengan rasa cukup ini, guru mulai memikirkan apa yang yang akan mulai dilakukan karena gurusudah merasa bahwa negara hadir di dirinya. Kesejahteraan hadir bagi dirinya.Perubahan terus terjadi, kami mengajarkan hal baru kepada guru-guru disini. Canva namanya. Aplikasi ini mengubah kami semakin kreatif membuat media ajar. Gayung bersambut terus menerus, Pemerintah melalui Kementrian Dasar dan Menengah memberikan Aplikasi RuangGuru yang berisi materi, asesmen dan media ajar lainnya ada disini. Kami habiskan waktu pulang sekolah untuk belajar ini walau hanya satu jam.Bagian yang membahagiakan bagi kami adalah ketika dihargai dan merasa diperhatikan. Kami resmi menjadi Guru Profesional (Gr) pada tahun 2026. Peraturan tentang sertifikasi guru di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, DasarHukum Utama Undang-Undang No. 14 Tahun 2005: Menetapkan bahwa sertifikasi pendidik diberikan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru yang memenuhi kualifikasi.Secara kualifikasi, guru disekolah kami sudah mumpuni. Rata-rata masa kerja di atas 15 tahun.Pendidikan sesuai dengan sekolah dasar (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan sudah memiliki jam mengajar di atas 24 jam dalam seminggu.Dunia membaik dengan perlahan. Kami menerima tunjangan Sertifikasi Guru pada Bulan Januari 2026. Setiap akhir bulan berjalan lancar dan hal besar ini sangat kami syukuri. Perhatian pemerintah atas kerja keras dan pengabdian pada guru akhirnya bertambah dihargai. Ternyata dari sini hadir rasa berdaulat, adil dan makmur hadir bertambah teguh dihati guru.Keadaan membaik, kami mampu membeli perangkat laptop sendiri dari tunjangan sertifikasi guru tersebut dengan menabungnya perlahan. Membeli peralatan pengeras suara, pajangan media pembelajaran, mesin liminating mini alat-alat pendukung pembelajaran dan lainnya. Ternyata ketika guru diberikan lebih, para guru akan mengembalikannya kepada murid- murid kami di sekolah.PenutupGuru tidak banyak menuntut pemerintah untuk memberi gaji ratusan juta. Guru hanya bermimpi ia mampu hidup layak dengan memiliki kemampuan mengembangkan kemampuan mengajarnya dan membeli keperluan ia untuk mengajar mengikuti zaman. Ketika impianmumenjadi manusia kaya, maka guru bukan caramu untuk mewujudkannya. Kalimat ini sepertinya sesuai untuk keadaan saat ini. Saya melihat bagaimana guru disini hidup dalam keterbatasan bertahun-tahun. Guru mengajar tanpa lelah setiap hari tanpa memikirkan kapan ia menjadi orang kaya. Ia hanya berharap setiap harinya bahwa hidupnya pasti berubah. Roda kehidupan ini pasti berputar seiring bergantinya susunan pemerintahan dan berubahnya peraturan. Seorang guru tak pernah mendemo pemerintah untuk menaikkan gajinya. Ia memilih bertahan menunggu berita. Entah itu pembukaan seleksi calon penerimaan Aparatur Sipil Negara, penerimaan PPPK, atau pembukaan sekolah Guru Profesional dalam Jabatan. Semua itu adalah harapan kami. Harapan yang setiap hari ditunggu. Untuk merasakan apa rasanya menerima gajijutaan rupiah.Terimakasih kami kepada pemerintah yang memperhatikan nasib penndidikan di Indonesia ini. Entah itu dari segi pembelajarannya yang pemerintah dorong untuk maju dan berkembang, atau dari segi kemampuan dan kapasitas gurunya yang ditambah dengan pelatihan pengajaran danasesmen, maupun kesejahteraan guru yang dibuat lebih layak.Kami memegang awal tombak anak-anak bangsa untuk bertumbuh dan berkembang. Untuk mecintai pendidikan. Melanjutkan pendidikan di tahap selanjutnya. Menceritakan cita-cita mereka, bahkan menunjukkan dunia luar lewat dunia maya kepada mereka. Melihatkan indahnyaIndonesia dengan Candi Borobudurnya, Indahnya pantai Kuta di Bali, melihat profesi yang ada di Indonesia, bahkan kami perlihatkan masih banyaknya ketidak beruntungan masyarakat lain di Indonesia ini yang mungkin hidup dibawah kolong jembatan megah Kota Jakarta.Kegiatan semua itu untuk menumbuhkan rasa Nasionalis dihati murid kami, bahwa mereka harus berubah untuk hidup yang lebih baik dan untuk mengambil bagian dari memajukan Negara Indonesia ini. Murid kami harus percaya bahwa pemutus kemiskinan salah satunya adalahPendidikan. Kami ceritakan betapa kerasnya kehidupan ini. Kami ceritakan bahwa masih ada guru disekolah ini yang dibayar berkisar lima ratus ribu rupiah. Kami perlihatkan Negara Cina, Singapore dan lainnya di benua Asia ini yang lulus dari peringkat Negara berkembang ke Negara maju dengan belajar keras, lebih keras dari yang pernah kita lakukan.Izinkan kami sebagai guru yang berada di ujung Pulau Sumatera ini menyampaikan pesan kepada Pemerintah yang mungkin membacanya. Kami para guru disini memimpikan kehidupan yang lebih baik dan layak. Kami memimpikan bias pergi ke luar daerah bahkan ke luar Negeri untuk melihat kemajuan zaman di dunia ini. Merasakan udara di Ibukota, melihat indahnya Bali sebagai ikon Indonesia dan bahkan keindahan Negara tetangga Malaysia atau Thailand. Bolehkah guru bermimpi seperti itu? .Pengalaman berharga itu pasti bermanfaat. Akan kami tularkan kebahagiaannya kepada siswa kami. Kami lihatkan bahagianya kami ketika mampu berpindah daerah seperti yang mungkin ada di materi murid kami di dalam buku pembelajaran murid. Ini cerita kami dari guru sekolahDasar di Kabupaten Aceh Tamiang.Daftar PustakaUndang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang GuruUndang-Undang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK