Trump Ajukan 15 Poin Genjatan Senjata ke Iran

Administrator - Kamis, 26 Maret 2026 06:51 WIB
Presiden AS Donald Trump
viralnasional.com -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata dengan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Tawaran gencatan senjata itu disampaikan oleh Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara.

Dirangkum detikcom, Rabu (25/3/20206), informasi tentang tawaran gencatan senjata itu, seperti dilansir Reuters dan Associated Press, diungkapkan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington tersebut.

NYT menyebut dalam laporannya bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.

Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.

Dalam proposal itu, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan. Selama periode tersebut, kedua pihak akan merundingkan perjanjian berisi 15 poin tersebut.

Channel 12 melaporkan beberapa poin utama dari rencana itu, di antaranya: Pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, menurut laporan The New York Times, belum jelas apakah Israel mendukung proposal tersebut.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapannya. Disebutkan Associated Press bahwa sejumlah pejabat Israel, yang menganjurkan Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran, merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata kepada Iran.

Gedung Putih juga belum menanggapi laporan-laporan media tersebut.

Namun baru-baru ini, Trump membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat pekan terakhir. Pada Selasa (24/3), Trump mengklaim AS mencapai kemajuan dalam upaya menegosiasikan diakhirinya perang dengan Iran, termasuk memenangkan konsesi penting dari Teheran.

Sebelumnya pada Selasa (24/03), Pakistan menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan antara Washington dan Teheran.

Respons IranPemerintah Iran menanggapi tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Teheran mencemooh upaya AS untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/3/2026), menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri.

Tanggapan itu disampaikan Zolfaghari dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3) waktu setempat.

"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.

"Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," tegasnya.

Zolfaghari kemudian melontarkan cemoohan kepada AS dengan mengatakan: "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"

Pernyataan Zolfaghari itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran, melalui Pakistan sebagai perantara.

"Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah," tegasnya. *** (yld/detik/yld)


Tag:

Berita Terkait

Viral Internasional

Drone Iran Musnahkan Radar Amerika Serikat Senilai Rp17 Triliun

Viral Internasional

Kim Jong Un Kembali Terpilih Menjadi Presiden Korea Utara

Viral Internasional

Iran : Penutupan Selat Hormuz hanya untuk Negara Bersekutu

Viral Internasional

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei Menjadi Pemimpin Tertinggi

Viral Internasional

TNI Siaga I Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Viral Internasional

Perang Timur Tengah tak Pengaruhi 6 Maskapai Ini Berangkatkan Jemaah Umrah